Biologi

Cara Mudah Membuat Pupuk Kompos dengan Metode Takakura

Populasi manusia yang semakin bertambah akan diiringin dengan peningkatan limbah masyarakat. Sampah merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dari kehidupan masyarakat, terutama di daerah perkotaan. Apabila sampah tidak ditangani dengan baik maka akan menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan, serta kesehatan manusia. Salah satu upaya mengelola sampah agar menjadi sesuatu yang bermanfaat yaitu dengan mengolah sampah tersebut menjadi pupuk untuk tanaman.

Lantas bagaiamana cara membuat pupuk tersebut?

Pengertian

Pupuk kompos merupakan salah satu pupuk organik buatan manusia yang dibuat dari proses pembusukan sisa-sisa bahan organik (tanaman atau hewan) . Jadi, kita dapat mengolah sampah organik kita untuk dijadikan pupuk. Sampah organik merupakan sampah yang berasal dari makhluk hidup baik tumbuhan atau hewan, kita dapat memanfaatkan sisa-sisa sampah sayur atau buah-buahan atau tanaman lain untuk dijadikan pupuk kompos.

Manfaat Kompos

tanah
Photo by Neslihan Gunaydin on Unsplash

Kompos memiliki banyak manfaat yang ditijau dari beberapa aspek :

Aspek Lingkungan

  1. Dapat mengurangi polusi udara karena pembakaran limbah dan pelepasa gas metana dari sampah organik yang membusuk akibat bakteri metanogen di tempat pembuangan sampah.
  2. Mengurangi kerusakan lingkungan akibat penggunaan pupuk kimia yang sampai saat ini masih banyak digunakan petani.

Aspek ekonomi

  1. Menghemat biaya transportasi untuk membuang sampah ke tempat pembuangan akhir.
  2. Memiliki nilai jual yang tinggi dibandingka dengan bahan asalnya.
  3. Mengurangi jumlah limbah.

Aspek tanaman dan tanah

  1. Meningkatkan kesuburan tanah, karena banyak mengandung bahan organik.
  2. Memperbaiki struktur dan karakteristik tanah.
  3. Meningkatkan kualitas hasil panen.
  4. Menekan pertumbuhan/serangan penyakit tanaman.
  5. Meningkatkan kapasitan infiltrasi tanah.
  6. Meningkatkan aktivitas mikroba tanah.

Tahapan Pembuatan Kompos (Metode Takakura)

Kompos takakura dibuat dengan cara Takakura Home Method Composting. Metode kompos takakura ini pertama kali diperkenalkan di Surabaya pada tahun 2004 oleh seorang berkebangsaan Jepang bernama Mr. Takakura. Ketika itu, beliau mencari solusi terhadap penumpukan sampah organik di kota itu. Sehingga munculah ide untuk mendaur ulang sebagian sampah rumah tangga sejak di dapur.

Syarat pembuatannya yaitu harus hihgienis tidak berbau dan tidak jorok.

Jenis Sampah yang diolah

Sebelum kita menuju tahapaan pembuatan, kita perlu mengetahui jenis sampah apa saja yang dapat diolah untuk pembuatan pupuk kompos dengan metode Takakura ini.

sampah organik
Photo by Del Barrett on Unsplash
  1. Sisa sayuran ataupun bahannya. Idealnya sayuran tersebut belum basi. Namun bilah sudah terlanjur basi, kita perlu mencuci sayuran terlebih dahulu, kemudian peras dan buang air cuciannya.
  2. Sisa nasi.
  3. Sisa ayam,ikan, telur, dan sejenisnya.
  4. Sampah buah lunak (kulit jeruk, apel, anggur dll). Pastikan biji buah tersebut tidak terbawa.
  5. Daun-daunan.

Alat dan Bahan

  1. Keranjang. Pilih keranjang yang berlubang agar aerob dapat berlangsung dengan baik.
  2. Tutup keranjang, untuk menghindari gangguan dari predator. Tutup keranjang harus berlubang agar udara dapat keluar masuk.
  3. Kardus, untuk melapisi keranjang bagian dalan. Fungsi lainnya yaitu untuk membatasi gangguan serangga dan mengatur kelembaban.
  4. Bantal Sekam. Dapat dibuat dari seka yang dimasukan kedalam sebuah jarring. Fungsi bantal sekam yaitu sebagai tempat mikrobakteri yang akan mempercepat pembusukan sampah organic.
  5. Kompos jadi. Pupuk kompos jadi diisika sekitar setengan dari bagian keranjang. Fungsi kompos jadi ini adalah sebagai activator bagi sampah baru.
  6. Kain penutup. Pastikan bahwa kain tersebut berpori besar .

Tahapan Pembuatan Kompos metode Takakuran

  1. Siapkan keranjang yang berlubang-lubang kecil dan pastikan tersimpan pada tempat yang aman dari sinar matahari langsung, tidak terkena hujan dan memiliki sirkulasi udara yang baik.
  2. Letakkan  bantal  sekam  di  dasar  keranjang. Bantal sekam berfngsi  untuk  menyerap  air, mengurangi bau dan mengontrol udara agar mikroba berkembang dengan baik.
  3. Lapisi keranjang bagian dalam dengan kardus.
  4. Kemudian isi keranjang dengan  starter/kompos  jadi  kurang  lebih setebal  5  cm  (8  Kg).  Seperti yang telah diuraikan sebelumnya, kompos jadi ini berfungsi sebagai starter proses pengomposan karena di dalamnya terkandung mikroba-mikroba pengurai.
  5. Masukkan  sampah  organik kedalam  keranjang  takakura.  Sebelumnya sampah tersebut dipotog terlebih dahulu mejadi ukuran 2 cm x 2 cm. setiap hari bahkan setiap  habis makan,  lakukanlah proses memasukkan  sampah yang akan dikomposkan  seperti  tahap sebelumnya. Untuk  mempercepat  pengomposan maka kita dapat menambahkan   EM4/  air  bekas  cucian  beras/  kompos  jadi  secukupnya.. Semprotkan secukupnya.
  6. Masukan  bantal  sekam  dan  kemudian  tutupi  mulut  keranjang  dengan  kain.
  7. Kemudian  tutuplah  tutup  keranjang  rapat-rapat  agar  serangga  dan  lalat  tidak masuk. Keranjang tidak  harus diisi  langsung  penuh, masukkan  sampah organik seadanya dulu saja. Lakukan  secara  rutin  setiap  hari  sampai  keranjang  penuh.  Sampah yang baru dimasukkan akan difermentasi dalam 1-2 hari.
  8. Untuk  memastikan  proses  pengomposan  berjalan,  letakkan  tangan  kita  2  cm  dari kompos. Bila terasa hangat, dapat dipastikan proses pengomposan bekerja dengan baik. Jika tidak, percikkan sedikit air untuk memicu mikroorganisme bekerja. Bisa jadi kompos terlalu kering sehingga memerlukan air.
  9. Lakukan kegiatan tersebut berulang-ulang selama 40 – 60 hari. Bahan yang telah menjadi kompos  akan  berwarna  hitam,  tidak  berbau  dan  tidak  becek.  Jangan  lupa,  setelah membuat kompos, cuci tangan pakai sabun

Bagaimana? mudahkan cara pembuatannya.

Selamat mencoba sobat edura!


Sekian info tentang Cara Mudah Membuat Pupuk Kompos dengan Metode Takakura

Belajar materi biologi lainnya disini ya. Dan untuk latihan soal biologi disini ya.

Informasi yang kami ambil dari beberapa sumber bacaan yaitu jurnal dari berbagai instansi, Perguruan Tinggi dan Balai Penelitian Pertanian. Untuk konsultasi mengenai pendidikan atau lebih spesifiknya tentang materi sekolah .

Kamu dapat menghubungi kami lewat akun instagram kami ya. Silakan klik disini untuk menghubungi kami lewat instagram.

Jangan lupa juga untuk subscribe newsletter dan mailing list kita untuk dapatkan info update yang akan kami kirim melalui browser notification dan email kamu.

Tags

Hasna Rahma

Mahasiswa S1 Agroteknologi Universitas Padjdjaran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close