Biologi

Cara Membuat Pupuk Organik Cair dari Limbah Buah

Ketika pandemi covid-19 melanda dunia, banyak orang yang merubah gaya hidupnya. Salah satu kegiatan yang sampai saat ini menjadi trend adalah berkebun di rumah. Mungkin pada awalnya mereka tidak tahu kegiatan apa yang dapat mereka lakukan di rumah untuk menghilangkan rasa bosan atau mengatasi kejenuhan. Hingga pada akhirnya pandangan sebagian orang terarahkan pada budidaya tanaman, atau dapat kita sebut berkebun di rumah secara sederhana. Hal yang perlu kita perhatikan dalam melakukan budidaya adalah input yang dibutuhkan, salah satunya yaitu input pupuk. Karena input pupuk tersebut akan membantu tanaman untuk tetap tumbuh dan berkembang secara optimal. Sebenarnya input itu dapat kita buat dengan mudah, asalkan kita memang tidak malas untuk membuatnya. Sebenarnya bahan untuk pembuatan pupuk berada di sekitar kita. Bahan yang dimaksud adalah limbah buah.

Lantas bagaimana sih sebenarnya cara membuat pupuk organic cair dengan menggunakan limbah buah?

Pentingnya pupuk bagi tanaman

Pada dasarnya, setiap tanaman dalam fase pertumbuhan dan perkembangannya memerlukan dua jenis unsur hara, yaitu unsur hara mikro dan makro. Unsur hara mikro meliputi besi (Fe), boron (B), mangan (Mn), tembaga (Cu), seng (zn), moledinum (Mo), dan klor (Cl). Sedangkan unsur hara makro meliputi Nitrogen (N), Fosfor (P), kalium (K), Karbon (C), hydrogen (H), Oksigen (O), Sulfur (S), Kalsium (Ca), serta magnesium (Mg). Nah, dengan pemupukan yang tepat dan berimbang maka unsur hara makro dan mikro tanaman akan terpenuhi.

Photo by Maarten van den Heuvel on Unsplash

Seberapa besar unsur hara makro yang dibutuhkan tanaman? Yaitu berkisar antara 0,5 – 3 % dari berat tubuh tanaman. Sedangkan unsur hara mikro hanya dibutuhkan dalam jumlah yang lebih sedikit yaitu beberapa ppm dari berat kering tanaman.

Salah satu jenis pupuk yang dapat memenuhi kebutuhan unsur hara N,P, dan K dan ramah lingkungan adalah pupuk organik cair. Menurut Hadisuwito (2007) Pupuk organik cair dapat diperoleh dari pengomposan atau dekomposisi bahan-bahan organik di dalam wadah komposter.

Definisi pupuk organik menurut Leovini (2012) dan Roidah (2013) yaitu pupuk yang berasal dari berbagai bahan pembuat pupuk alami seperti kotoran hewan, bagian tubuh hewan, tumbuhan yang kaya akan kandungan mineral serta baik untuk pemanfaatan penyuburan tanah.

Pembagian pupuk organick berdasarkan bentuknya menurut Hadisuwito (2012) yakni dibedakan menjadi dua, yaitu cair dan padar. Pupuk cair merupakan larutan yang mengandung satu atau lebih pembawa unsur yang dibutuhkan oleh tanaman yang mudah larut. Pupuk cair ini memiliki kelebihan yaitu kemampuannya untuk memberikan unsur hara sesuai dengan kebutuhan tanaman.

Pada kali ini akan dibahas mengenaik pembuatan pupuk organic cair. Lalu apa saja manfaat yang akan diperoleh dari pupuk organik cair ?

Berikut beberapa manfaat Pupuk organik cair menurut Huda, dkk (2013) :

  • Dapat mendorong serta meningkatkan pembentukan klorofil daun, sehingga akan meningkatkan kemampuan fotointesis tanaman dan penyerapan nitrogen dari udara bebas.
  • Dapat meningkatkan vigor tanaman, sehingga tanaman akan menjadi kokoh dan kuat.
  • Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap kekeringan.
  • Merangsang pertumbuhan cabang produksi.
  • Meningkatkan pembentukan bunga dan bakal buah.
  • Mengurangi gugurnya dan bunga , dan bakal buah.

Perlu kita ketahui juga bahwa pupuk organik ini aman bagi lingkungan, karena bahannya berasal dari bahan alami yang tentunya tidak akan merubah kualitas dari tanahnya serta tidak menjadikan tanaman menjadi ketergantungan terhadap pupuk buatan atau pupuk sintesis

Cara membuat Pupuk Organik Cair

Pupuk Organik yang dibuat menggunakan bahan limbah kulit pisang, namun bisa juga menggunakan limbah kulit buah papaya.

Berikut tahapan pembuatan pupuk organic cair dari limbah buah:

  1. Menyiapkan reaktor yaitu berupa drum plastik tertutup dengan volume 2,5 L yang dilengkapi selang sebagai gelembung udara yang dihubungkan dengan botol plastik. Selang ini berfungsi sebagai penstabil suhu bahan.
  2. Menyambungkan selang ke dalam botol yang berisi air yang dihubungkan ke dalam reaktor. Air dalam botol berfungsi untuk membuang gas yang dihasilkan untuk menghambat udara dari luar yang akan masuk ke dalam reaktor.
  3. Melakukan pencacahan pada bahan baku yakni kulit pepaya/pisang yang telah membusuk dengan ukuran 2-3 cm.
  4. Dapat dilakukan penambahan EM4 sebanyak 40-50 ml. EM4 ini berfungsi dalam mempercepat pembuatan pupuk organic serta dapat meningkatkan kualitasnya.
  5. Melakukan fermentasi selama kurang lebih 14 hari.

Penerapan pupuk Organik

Berikut  akan disajikan beberapa hasil penelitian terkait penerapan pupuk organic cair ini yang secara nyata mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman :

Penelitian yang dilakukan oleh Susi dkk. (2018), yaitu membuat pupuk organik cair yang berasal dari limbah kulit nanas dengan proses fermentasi selama 1 bulan. Hasil penelitian beliau menunjukkan bahwa pupuk organik cair limbah kulit nanas mengandung phospor (P) 23,63 ppm, kalium (K) 08,25 ppm, nitrogen (N) 01,27 %, kalsium (Ca) 27,55 ppm, magnesium (Mg) 137,25 ppm, natrium (Na) 79,52 ppm, besi (Fe) 1,27 ppm, mangan (Mn) 28,75 ppm, tembaga (Cu) 0,17 ppm, seng (Zn) 0,53 ppm dan karbon (C) organik 3,10 %.

Machrodania dkk. (2015) melakukan penelitian yaitu pemanfaatan pupuk organik cair berbahan baku kulit pisang, kulit telur, dan Gracillaria gigas terhadap pertumbuhan tanaman kedelai varietas Anjasmoro. Konsentrasi unsur hara N, P, K dari pupuk organik cair berbahan baku kulit pisang, kulit telur, dan G. gigas tergolong dalam kriteria sangat tinggi, dimana konsentrasi N sebesar 0,89%; P sebesar 0,04%; K sebesar 1,82%, dan rasio C/N 25 termasuk kriteria tinggi. Pemberian pupuk organik cair berbahan baku kulit pisang, kulit telur, dan G. gigas berbagai dosis berpengaruh secara signifikan terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun, namun tidak berpengaruh secara signifikan terhadap biomassa tanaman kedelai var Anjasmoro. Dosis pemberian pupuk organik cair berbahan baku kulit pisang, kulit telur dan G. gigas yang paling optimal terhadap pertumbuhan var Anjasmoro yaitu dengan dosis 16,86 mL/L/polybag dan 22,48 mL/L/polybag.

Untuk mengatahui bagaimana cara pembuatan pupuk jenis lain, maka kamu bisa melihat artikel sebelumnya yang berjudul Cara Mudah Membuat Pupuk Kompos dengan Metode Takakura

Bagaimana? mudahkan cara pembuatannya.

Selamat mencoba sobat edura!


Sekian info tentang Cara Mudah Membuat Pupuk Kompos dengan Metode Takakura

Belajar materi biologi lainnya disini ya. Dan untuk latihan soal biologi disini ya.

Informasi yang kami ambil dari beberapa sumber bacaan yaitu jurnal dari berbagai instansi, Perguruan Tinggi dan Balai Penelitian Pertanian. Untuk konsultasi mengenai pendidikan atau lebih spesifiknya tentang materi sekolah .

Kamu dapat menghubungi kami lewat akun instagram kami ya. Silakan klik disini untuk menghubungi kami lewat instagram.

Jangan lupa juga untuk subscribe newsletter dan mailing list kita untuk dapatkan info update yang akan kami kirim melalui browser notification dan email kamu.

Tags

Hasna Rahma

Mahasiswa S1 Agroteknologi Universitas Padjdjaran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close