Geografi

Bagaimana Proses Terbentuknya Kulit Bumi?

Halo sobat edura! Mata pelajaran geografi kini terus berlanjut hingga bab 2. Saat ini kita akan mengulas seputar proses terbentuknya kulit bumi. Dimana sebelumnya kita sudah membahas mengenai berbagai bagian struktur lapisan bumi yang dapat kamu buka disini


Nah supaya belajarnya lebih afdol, bisa banget nih baca-baca juga materi Geografi terkait dibawah ini :
Bab 1
Definisi dan Konsep Geografi
3 Pendekatan Geografi
Prinsip dan Aspek Geografi
Obyek Studi Geografi
Prinsip dan aspek Geografi
Struktur Geografi

Bab 2
Sejarah pembentukan bumi
Struktur lapisan bumi

Jadi secara garis besarnya setelah bumi sudah diciptakan sepenuhnya. Akhirnya tinggal bagian komponen-komponen bumi lah yang mengalami perubahan seiring berjalannya waktu atau biasa disebut evolusi, salah satunya adalah kulit bumi.

Tentu saat ini pun kamu masih merasakan berbagai fenomena alam seperti gempa bumi, tsunami, atau penurunan permukaan tanah bukan?

Hal ini terjadi karena adanya dinamika aktivitas tenaga endogen dan eksogen atau faktor lainnya dari waktu ke waktu. Selain itu perubahan pada kulit bumi pun terjadi karena terjadinya deformasi pada susunan kulit bumi. Fenomena ini rupanya turut menarik banyak perhatian peneliti sehingga terbentuklah berbagai teori mengenai bagaimana proses terbentuknya kulit bumi.

Bagaimana Kulit Bumi dapat Tercipta dan Berubah dari Waktu ke Waktu ?

Bumi tercipta dan mengalami perubahan pada berjuta-juta periode. Hingga akhirnya para peneliti berusaha mengurutkan pembentukan bumi secara kronologis sesuai dengan analisis stratigrafi. Dimana kronologi tersebut terbagi menjadi beberapa interval.

Analisis stratigrafi sendiri adalah skala waktu geologi yang digunakan para pakar geologi yang berfungsi dalam menjelaskan hubungan antara waktu dan peristiwa yang terjadi sepanjang sejarah bumi itu ada. Kronologi hubungan waktu dan dinamika bumi tersebut disusun dalam bentuk tabel periode seusai dengan ketentuan International Commission on Stratigraphy.

Nah setiap periode tersebut dalam skala waktu geologi disebut sebagai eon. Para ahli geologi menggunakan eon sendiri tersusun dari beberapa era. Yang kemudian era dibagi lagi menjadi periode dan PERIODE sendiri terbagi lagi menjadi kala (epoch).

Nah proses terbentuknya kulit bumi terjadi pada Eon Arkean (2,5 – 4,5 miliar tahun lalu), tabel skala waktu geologi ini bisa dilihat dibawah ini :

proses terbentuknya kulit bumi

Masa ini adalah awal dari pembentukan batuan kerak bumi yang selanjutnya berkembang menjadi protokontinen. Batuan yang berasal dari awal masa pembentukan kerak bumi ini dinamakan kraton atau perisai dunia. Batu tersebut dapat ditemukan di beberapa bagian dunia.

Batu tertua sejauh ini yang ditemukan telah berumur 3,8 miliar tahun. Pada masa ini mahluk hidup berupa bakteri atau mikroorganisme dan ganggang. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya fosil Cyanobacteria dan Stromatin dengan usia 3,5 miliar tahun.

Jadi dapat disimpulkan bahwa mahluk hidup sudah hadir pada Eon Arkean juga atmosfer dan hidrosfer pun sudah terbentuk.

Teori Proses Terbentuknya Kulit Bumi

proses terbentuknya kulit bumi

Teori Kontraksi

Teori ini menyatakan bahwa selama bumi mengalami proses pendinginan kulit bumi semakin mengkerut dan menyusut sehingga terbentuklah relief-relief permukaan bumi seperti dataran tinggi dan rendah, pegunungan, lembah, dataran. Dll.

Teori ini pertama kali dikemukakan oleh Rene Descrates (1596 – 1650) dan didukung pula oleh James Dana (1847) dan Elie de Baumant (1852).
Teori tersebut turut menuai kritikan pula, diantaranya pernyataan bahwa bumi tidak akan mengalami penurunan suhu secara drastic sehingga menimbulkan munculnya pegunungan yang tinggi dan lembah yang dalam.

Hal ini karena ada banyak unsur radioaktif yang selalu memancarkan panas juga adanya realsi kimia antar mineral disertai pergeseran kerak bumi yang menimbulkan panas.

Teori Dua Benua (Laurasia-Gondwana Theory)

Teori ini dikemukakan oleh Edward Zuess (1884) yang menyatakan bahwa bumi bermula dari terbentuknya dua benua yang sangat besar, yaitu Laurasia yang berada di sekitar kutub utara dan Gondwana di sekitar kutub selatan.

Karena faktor geografis kedua benua tersebut mulai begerak dan terpecah menjadi benua-benua yang lebih kecil, termasuk bergerak perlahan menuju garis ekuator bumi. Laurasia terpecah menjadi Amerika Utara, Asia, dan Eropa sedangkan Gondwana menjadi Amerika Selatan, Afrika, dan Australia.

Teori ini cukup banyak pendukung karena bila masing-masing benua disatukan maka memang membentuk Gondwana dan Laurasia. Hanya saja kelemahan dari teori ini adalah masih belum diketahui penyebab pecahnya dua benua raksasa ini.

Teori Pengapungan Benua (Continental Drift Theory)

Tidak asing dengan istilah Pangea? Ya benar, teori inilah yang pertama menyatakan bahwa seluruh benua yang tersebar saat ini merupakan potongan dari satu daratan benua yang sangat besar disebut Pangea.

Teori ini dikemukakan oleh Alfred Wegener (1912), menurutnya benua Pangea tersebut terpecah akibat gerakan rotasi bumi yang sentrifugal membuat pecahan benua bergerak melalui dasar laut menuju garis equator.

Teori ini didukung dengan bukti berupa adanya kesamaan garis pantai Afrika bagian barat dengan Amerika Selatan bagian timur dan kesamaan batuan dan fosil pada dua daerah tersebut.

Teori Konveksi

Teori ini mengaitkan dengan kondisi lapisan terdalam bumi (astenosfer) yang masih dalam keadaan panas dan berpijar sehingga terjadi arus konveksi mengarah secara vertikal pada lapisan kulit bumi berada.

Arus tersebut membawa material lava hingga mencapai permukaan bumi khususnya di punggung tengah samudera (mid oceanic ridge).
Teori ini didukung oleh bukti adanya tanggul dasar samudera (mid oceanic ridge) seperti Mid Atlantic Ridge dan Pasific-Atlantic Ridge.

Lalu berdasarkan penelitian usia materiil bebatuan yang ada ditemukan bahwa semakin jauh bebatuan dari punggung tengah samudera maka umurnys semakin tua.

Pada mid oceanic tersebut, Material lava yang dibawa ini akan terus mengalir, tersebar, dan membeku membentuk kerak bumi yang baru. Teori ini pertama dikemukakan oleh Arthur Holmes dan Harry H. Hess kemudian dikembangkan kembali oleh Robert Diesz.

Teori Lempeng Tektonik (Plate Tectonic Theory)

Teori ini menyatakan bahwa penyebab terbentuknya kulit bumi adalah karena kondisi lapisan litosfer dimana kerak bumi memiliki struktur padat sedangkan lapisan dibawahnya seperti mantel cenderung plastik hingga cair.

Hal inilah yang membuat lapisan permukaannya tidak stabil dan selalu bergerak sesuai kondisi dibawahnya seperti layaknya perahu di permukaan air. Teori ini dikemukakan pada tahun 1968 oleh Me Kenzie dan Robert Parker.

Sekian artikel dengan judul Bagaimana Proses Terbentuknya Kulit Bumi? Untuk konsultasi mengenai pendidikan atau lebih spesifiknya tentang kampus . Kamu dapat menghubungi kami lewat akun instagram kami ya. Silakan klik disini untuk menghubungi kami lewat instagram.

Jangan lupa juga untuk subscribe newsletter dan mailing list kita untuk dapatkan info update yang akan kami kirim melalui browser notification dan email kamu.


Tags

Elvira

Undergraduate Communication Student at Universitas Padjadjaran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close