Kimia

Korosi : Pengertian, Jenis, Proses dan Cara Mencegah

Setiap material yang terdapat di bumi akan mengalami perubahan, baik perubahan yang disebabkan oleh aktivitas manusia maupun disebabkan oleh kondisi alam. Masing-masing material ( logam) memiliki bahan dasar yang berbeda, dengan demikian sifat, perubahan yang terjadi dan hal-hal yang menyebabkan perubahan tersebut tidak sama pada setiap logam . Salah satu perubahan yang terjadi pada suatu material (logam) adalah peristiwa korosi atau proses korosi) yang dapat menyebabkan logam atau material tersebut menjadi karat.

Lantas bagaimana suatu benda dapat mengalami korosi? Apa saja jenis-jenis korosi? dan bagaimana upaya mencegah agar tidak terjadi korosi?

Pengertian

Photo by Zbysiu Rodak on Unsplash

Secara umum, korosi adalah rusaknya bena-beda logam yang diakibatkan oleh pengaruh lingkungan.

Menurut Trethewey (1991) Korosi juga dapat di definisikan sebagai penurunan mutu logam akibat reaksi elektrokimia dengan lingkungannya. Peristiwa korosi itu sendiri merupakan proses atau reaksi elektrokimia, yaitu reaksi kimia yang melibatkan adanya aliran listrik.

Jenis-jenis Korosi

Korosi dibagi menjadi enam jenis. Berikut adalah jenis-jenis korosi :

Korosi lubang (Pitting corrosion)

Pitting corrosion atau korosi lubang adalah perkaratan yang terpusat pada satu titik dengan kedalaman tertentu. Umumnya berbentuk lubang-lubang kecil pada permukaan dan biasanya sukar untuk terdeteksi dengan inspeksi visual.

Korosi lubang ini sangat berbahaya karena lubang-lubang kecil tersebut dapat mengakibatkan timbulnya konsentrasi tegangan yang akan berakibat pada kegagalan pipa.

Korosi seragam

Korosi seragam merupakan korosi yang diakibatkan karena terjadinya pengurangan ketebalan (thickness) secara seragam pada permukaan logam. Pada umumnya korosi seragam terjadi pada material pipa.

Korosi menyeluruh

korosi yang ketika kontak langsung dengan lingkungan luar yang mengakibatkan terkorosi secara merata dan menyeluruh sehingga suatu kontruksi akan rusak secara total.

Korosi erosi

Korosi erosi adalah korosi yang terjadi karena keausan dan menimbulkan bagian-bagian yang tajam dan kasar, bagian-bagian inilah yang mudah untuk terjadinya korosi serta diakibatkan karena fluida yang sangat deras dan dapat mengikis film pelindung pada logam.

Korosi erosi biasanya terjadi pada pipa dan propeller.

Korosi arus liar

Korosi arus liar adalah korosi yang disebabkan oleh adanya arus konvensional yang mengalir dalam arah berlawanan dengan aliran elektron, besarnya akan dipengarungi oleh besar kecilnya arus dari luar.

Korosi integranular (Intergranular corrosion)

Intergranular corrosion merupakan korosi yang memiliki keterkaitan erat dengan aspek metalurgi material.

Proses terjadinya korosi

Photo by Alexander Schimmeck on Unsplash

Proses korosi dapat dijelaskan secara elektrokimia dengan mellibatkan tiga hal, yaitu zat besi, air dan oksigen.

Pada kali ini akan dijelaskan proses perkaratan besi yang membentuk oksida besi ( Fe_2O_3.nH_2O). Saat air mengenai permukaan besi, maka akan tercampur dengan gas karbon yang berada di udara lalu akan membentuk asam karbonat.

Asam karbonat yang terbentuk kemudian menjadikan zat besi pada logam menjadi larut.

Sedangkan sebagian air akan mulai terjadi peruraian menjadi dua komponen yang berbeda, tidak lain yaitu hidrogen dan oksigen. Hidrogen dan oksigen yang terjadi dengan atom yang terdapat pada besi yang kemudian menyebabkan munculnya karat di permukaan besi tersebut.

Dapat disimpulan bahwa secara eletrokimia, proses perkaratan besi yang membentuk oksida besi ( Fe_2O_3.nH_2O) adalah peristiwa teroksidasinya logam besi oleh oksigen yang berasal dari udara.

Faktor yang mempengaruhi terjadinya korosi

Temperatur

Semakin tinggi temperatr maka reaksi kimia yang terjadi akan semakin cepat, sehingga korosin akan semakin cepat terjadi.

pH

Pada pH yang optimal maka proses korosi akan semakin cepat.

Air dan kelembaban udara

Jika kita melihat dari reaksi yang terjadi pada proses korosi, air merupakan salah atu faktor penting dalam keberlangsungnya korosi. Udara lembab yang banyak menganduk uap air tentunya akan mempercepat berlangsungnya proses korosi tersebut.

Kadar oksigen

Semakin tinggi kadar oksigen (O_2)pada suatu tempat maka reaksi oksidasi akan mudah terjadi sehingga akan mempengaruhi laju reaksi korosi.

Kecepatan aliran

Jika kecepatan aliran semakin cepat maka akan menimbulkan kerusakan pada lapisan film yang terdapat pada logam yang akan mempercepat korosi karena logam akan kehilangan lapisannya.

Upaya mencegah korosi

Peristiwa korosi pada umumnya sulit untuk dicegah, namun berikut ini merupakan beberapa upaya pencegahan yang dapat kita lakukan :

  • Memberi lapisan pelindungan pada logam yang mudah terjadi korosi agar lapisan logam dapat terlindungi dari lingkungannya.
  • Memilih logam yang sesuai untuk suatu lingkungan dengan kondisi-kondisinya.
  • Perlindungan secara elektrokimia dengan anoda korban atau arus tandingan.
  • Menyesuaikan kondisi lingkungan agar tidak mudah untuk terjadinya korosi.

Cara memperlambat korosi

Jika terlanjur sudah mulai terjadi korosi, kita dapat memperlambat korosi tersebut. Berikut merupakan beberapa cara memperlambat korosi:

  1. Mengontrol atmosfer agar tidak lembab dan banyak okigen, salah satu upaya membuat lingkungan udara bebas oksigen yaitu dengan mengalirkan gas (CO_2).
  2. Mencegah logam bersentuhan dengan oksigen (O_2) di udara dengan cara :
    – Melapisi dengan plastik, mengecat dan memberi minyak pada
    permukaan logam
    Galvinasi, yaitu melapisi logam dengan seng.
    Sherardizing, yaitu mereaksikan logam dengan asam fosfat sehingga
    permukaan logam tertutup dengan fosfat (Fe_2(PO_4)_3).
  3. Pelindung katodikPerlindungan katodik dapat dilakukan dengan cara menghubungkan logam yang akan dilindungi dengan logam lain yang mempunyai elektrode sangat rendah (biasanya Mg).

Mungkin banyak yang bertanya mengapa besi mudah mengalami korosi, sedangkan logam yang lainnya tidak.

Jadi, berdasarkan nilai potensial reaksinya, logam besi memiliki nilai potensial elektroke lebih kecil dari 0,4 V, sedangkan logam-logam lain mempunyai nilai potensial elektrode lebih besar dari 0,4 V yang menyembabkan sulitya mengalami korosi, sebab dengan potensial tersebut akan menghasilkan E^o reaksi < 0 (negatif) ketika kontan dan bersentuhan sengan oksigen yang berada di udara. Logam-logam perak,platina, dan emas mempunyai potensial elektrode lebih besar dari 0,4 V sehingga sulit mengalami korosi.


Sekian info tentang Korosi : Pengertian, Jenis, Proses dan Cara Mencegah

Belajar materi kimia lainnya disini ya. Dan untuk latihan soal kimia disini ya.

Informasi yang kami ambil dari beberapa sumber bacaan. Untuk konsultasi mengenai pendidikan atau lebih spesifiknya tentang materi sekolah . Kamu dapat menghubungi kami lewat akun instagram kami ya.

Silakan klik disini untuk menghubungi kami lewat instagram.

Jangan lupa juga untuk subscribe newsletter dan mailing list kita untuk dapatkan info update yang akan kami kirim melalui browser notification dan email kamu.

Terima Kasih

Semangat mengejar cita-citamu yaa sobat Edura!

Tags

Hasna Rahma

Mahasiswa S1 Agroteknologi Universitas Padjdjaran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close